Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu kamu bu,

Kita semua ga pernah tau besok jadi apa dan peran apa, yang penting saat skenario datang dari penulis, mainkan peran terbaik, karena sutradara selalu menilai. Begitu kata Steny Agustaf yang tak sengaja kubaca di dinding Instagramnya. Menuliskan hal yang sesungguhnya terjadi dalam hati itu sungguh mudah, tapi sayangnya saat ini diri ini ragu untuk menuliskannya karena sepertinya jemari ini berat mengetiknya, merangkai kata demi kata menggambarkan kerinduan mendalam. 20 hari ibu pergi untuk selamanya, bulan mei nanti usia ibu 50 tahun, belum puas rasanya kumerawatnya, bebicara semua hal dengannya, mengantar ibu belanja kemana saja ibu mau, memasak makanan kesukaannya, beli uduk di minggu pagi, makan masakan ibu yang rasanya enak dan belum bisa kutiru meskipun cara memasaknya sama, beberes rumah supaya nyaman ditempati, membuat jus dan jeli yang rasanya asli buah dan menyegarkan dan masih banyak lagi yang kurindukan bersamamu bu. Teringat saat hari kedua ibu pergi, aku mas...

Mencari Pasangan yang Siap Untuk Selalu Belajar dan Berbenah

Awal tulisan ini dibuat dari bulan Desember, yuups saat masih berusia 24 tahun, karena saya pastikan tulisan ini saya posting di usiaku yang ke 25. usia yang bukan lagi dikata pantas untuk mempunyai pasangan hidup bagi kebanyakan orang, tapi bagaimana jika jodoh belum juga berjumpa? bosan, tentu tidak, karena sejatinya diri ini sadar mencinta belum tentu harus dalam berupa pernikahan. Hanya kadang, kurang lengkap saja- oke, itu saya akui. Baru kali ini rasanya saya menulis masalah jodoh ini semua gara-gara doa dari semua teman-teman saat itu adalah semoga segera dipertemukan dengan seseorang yang sedang dinantikan, makhluk Allah paling heboh pembuat kegalauan sejagat raya, segera dipertemukan dengan sebuah nama yang akan ditulis di buku nikah. *terima kasih ya doa nya. Ya, meski begitu tetap membuat diri ini stay cool, mungkin ini ujian terberat untuk para pemain single alias jomblo fisabilillah. keseharian pemain single, maksudnya saya?? iya saya (jari nunjuk diri sendiri), ...

Saya dibuat melongo oleh Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari

Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk terbitan Gramedia yang kini digabungkan dalam satu buku mampu membawa pembaca semakin penasaran akan kisah cintanya Sang Ronggeng Srintil, Rasus bocah Dukuh Paruk, Desa yang selalu dirundung kemelaratan, kebodohan dan kesengsaraan turun temurun. Awalnya saya tertarik dengan novel ini karena nama penulisnya, Ahmad Tohari. Sebelum saya baca novel Ronggeng Dukuh Paruk ini, saya sudah menghatamkan novel Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari juga, isinya bagus. Mengisahkan seorang Insinyur karismatik, idealis, lengkap dengan kisah  cintanya yang unik, bahasanya meliuk liuk, suatu karya lawas yang tetap menjadi bahan bacaan menarik bagi pembaca usia masa kini.  Jujur, yg saya tahu tentang Ronggeng adalah, nama tarian tradisional daerah jawa *entah jawa apa. Pokoknya tari tradisional. Just it, titik. Ternyata setelah saya buka dan saya baca, wah ini novel dewasa haha, dan benar yang dituliskan dalam ringkasan novelnya, ternyata tidak...

Menemukan Rasa Indonesia di Ujung Perbatasan

 Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata Perbatasan Indonesia? mungkin sebagian orang berpikir, mereka memiliki rasa nasionalisme yang rendah.. yah memang begitu mungkin adanya, pengaruh negara luar lebih mereka ketahui dibandingkan dengan  perihal yang dimiliki Indonesia. jadi tidak heran ketika melihat tiang bendera negara lain terlihat lebih tinggi dibanding tiang bendera Indonesia. semula saya berfikir, mungkin ini karena pengaruh piala dunia yang baru usai pertengahan juli kemarin. namun menurut orang asli perbatasan berkata, bukan. ini sudah menjadi kebiasaan mereka mencintai negara lain, "Nona lihat sendiri, semua ornamen di lingkungan tempat tinggal Beta identik dengan negara lain". tapi saya masih tetap tidak percaya dan akan saya cari, pasti ada kebiasaan orang Indonesia pada umumnya meskipun mereka tinggal di daerah perbatasan. Pagi hari, kebiasaan jalan pagi  yang rutin saya kerjakan, kemanapun. khusus di sini, Pulau Larat, saya  membawa t...

Mengagumi Sosok Raden Ajeng Kartini

Aku tak peduli d engan kalian yang masih meributkan Kartini adalah bukan pahlawan nasional, digambarkan oleh penjajah tak berjilbab, aku tak peduli kartini hanyalah seorang wanita yang dijodohkan d engan orangtuanya, dan mau menerima pinangan bupati Rembang menjadi isteri keempatnya . Aku juga tidak peduli d engan asal kelahirannya di tanah Jawa, d engan kebiasannya yang terkungkung saat wanita mencapai usia siap dinikahi . Aku juga tak peduli d engan pemikiran wanita modern Gerakan Pembebasan -Emansipasi Wanita y ang mengkampanyekan bahwa status wanita rumah tangga merupakan hal yang tidak produktif adalah buah pemikira n seorang Kartini . Tapi yang ku tahu dan ku beri penghargaan tertinggi bahwa ia layak menjadi Pahlawan adalah buah karyanya, buah pemikirannya yang memiliki cita - cita luhur. Kartini ingin wanita Indonesia memiliki pendidikan yang sama bebasnya d enga n kaum lelaki yang kala itu pendidikan untuk wanita terbatas sekali, wanita berpendidikan ti...

Pengganti

jika ada yang bilang, di dunia ini tidak ada hal yang tak mungkin. tapi kamu adalah bukti ketidakmungkinan itu, biarkan rencana Allah yang mengatur segalanya. karena aku sudah menyerah, sudah banyak hal yang ku lakukan, segala bentuk perhatian sudah kucurahkan, semua ruang sudah ku luangkan, untuk kau isi. tapi apa yang kau berikan, hanya angin lalu, ruang itu kau isi dengan kekecewaan. aku pulang, dengan sejuta kekalahan cinta. mungkin aku kembali, tapi tidak membawa cinta sepenuh hati. cintkau sudah terluka parah sudah tidak mungkin untuk terobati, hanya Allah yang bisa mengobatinya, dengan membawa seorang pengganti yang lebih baik, yang bisa merasakan bentuk perhatianku, yang bisa mengisi kekosongan ruang hatiku, yang bisa aku bawa pulang dan datang kembali dengan hati yang penuh cinta. Terima Kasih atas segalanya, masih ada harapan untuk mu, agar ku tak menerima seorang pengganti itu, dengan cara meyakinkanku, cukup. hanya itu saja. tak lebih. Bisa kah?? ...

Cek Foto Profilmu Sob

Wah, akhirnya jadi juga tulisan yang sudah lama kepikiran untuk diselesaikan menjadi sebuat catatan pribadi kemudian di posting di blog. Tulisan ini sengaja dibuat saat waktu luang disela-sela kerjaan bikin laporan, biar ga penat, maka diselingi tulisan ringan  hahay, semoga tidak campur aduk ya bahasanya. Oya sob, to the poin ya, biar cepet kelar balik lagi ngerjain laporan. Pernah ga sih kalian merhatiin foto profil di media sosial?? Suka nemu yang aneh-aneh gitu ga?? Sebenernya bukan aneh sih tapi menurut saya kurang pas aja kalo dijadiin foto profil baik itu di Facebook, Whats app, Instagram dll. Secara bahasa profil atau profile, appearace dalam kata bahasa inggris artinya tampang/raut muka, riwayat, rupa fisik, penampilan, kemunculan. Jadi artinya kita perlu dong untuk menampilkan diri kita rupanya seperti apa. Ga perlu yang berlebihan, cukup pasang penampilan yang  good looking aja sudah cukup :D Kenapa saya menuliskan hal ini?? Haha  Sebenernya si...